Nuron

Nama lengkapnya, Asep Nuroni.

Remaja kasep asal Desa Cikadu, Kec. Cikadu, Kab. Cianjur, Jawa Barat ini saya kenal sejak 2013. Kegigihan sekaligus kepolosannya mengabarkan kondisi desa Cikadu menarik perhatian saya. Alumni STMIK PASIM Sukabumi ini, aktif mengelola beberapa akun media sosial pribadi, desa dan situs web desanya.

Tidak ada yang menyuruhnya. Dia berinisiatif sendiri mengabarkan kondisi desanya secara kontinyu melalui akun facebook, twitter dan instagram miliknya. Tak lupa melengkapinya dengan artikel di website desa. Dia juga memanfaatkan aplikasi citizen journalism seperti Kompasiana danPasangMata (detik.com).

Google local guide, juga dimanfaatkannya untuk menambahkan keterangan lokasi-lokasi di sekitar Cikadu, Cianjur dan Jawa Barat dalam upayanya membuat desanya “terkenal”.

Berikut adalah beberapa momen Nuron yang saya comot dari akun instagramnya, tanpa ijin. Terutama tentang aktivitasnya sebagai pewarta desa, pegiat Gerakan Desa Membangun dan Relawan TIK Indonesia.

Pertengahan 2013, saya bertemu Nuron di ITB, Bandung

nuron-bdg-lautan-id-2013

Awal 2014, ketemu di Cianjur, lanjut ke Sukabumi, mengkampanyekan gerakan #1000webdesa gratis, kerjasama PANDI dengan GDM yang saat itu lagi hot-hotnya promo domain baru desa.id

gdm-rtik-sukabumi-2thgdm-1000webdesa

Pertengahan 2014, kembali bertemu di Majalengka, Festival DesTIKa kedua, saat itu saya dia mendapatkan apresiasi berupa DesTIKa desa.id Awards pertama, dari Kemenkominfo RI dan PANDI

destika-2014-desaid-awards

Lihat bagaimana dia bersemangat sekali, cerita soal Cikadu di hadapan ratusan peserta festival DesTIKa dari berbagai daerah di Indonesia.

Akhir 2014, ketemu lagi, bareng-bareng berbagi semangat dan belajar teknis di lokakarya desa 2.0 – Salawu, Tasikmalaya. Bersama dengan beberapa kawan dari DedemIT Ciamis, kang Maman, kang Uung, Yanto dkk. Dari Salawu pula saya wawuh sama kang Solihin Nurrodin, Ipan Zulfikri dkk.

nuron-salawu-tasik-3thgdm-gdm-rtik

Pertengahan 2015, saya kembali bersama Nuron di Festival DesTIKa ketiga, di Belitung Timur, Prov. Kep. Babel.

destika 2015 beltim jalan sehat selfie.jpg

Tahun 2016 dia aktif di program Desa Broadband Terpadu (DBT) Kominfo RI.

Setelah bertahun-tahun susah berinternet di desanya, melalui program DBT saat ini di Cikadu, sudah terpasang v-sat.

Sebagai pendamping program DBT, tentu Nuron juga berkesempatan “jalan-jalan” ke daerah terpencil Indonesia, seperti MTB. Ada yang tahu dimana MTB ?

Bahkan sempat membuat video ucapan #5thGDM dari sana.

Selan aktif menjadi pelaku beberapa program pemerintah, Nuron juga adalah entrepeneur muda yang mengembangkan brand produknya @Gulase -gula semut, olahan gula aren dari daerahnya.

Untuk mendukung bisnis @gulase itu, saya sempat membawa 1 bungkus gulase ke Papua, nitipin ke Wa Aboer yang pulang belakangan pasca #DesTIK4 biar dia mengirimkan foto endorsement dari 2 orang Jayapura.

Kabar baiknya, sampe Januari 2017 ini, Nuron masih single. Gadis mana yang akan beruntung menjadi pendamping hidupnya? hanya Allah yang tahu. ^_^

Satu lagi, ini meme lucu Nuron, saya, Pandong, Yosep dan frisca, waktu hore-hore di Festival TIK 2015, Sabuga, Bandung.

Nuron, seorang pemuda Cikadu yang tidak hanya berharap, tapi juga beraksi nyata melakukan hal-hal (yang terlihat) sederhana tapi berdampak luar biasa bagi diri dan desanya

#Leos #kaCikadu

3 pemikiran pada “Nuron

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s