5 Tahun “desa.id”

Tak terasa, sudah lima tahun Indonesia memiliki second level domain internet “desa.id”, sebuah domain yang lahir dari gagasan kritis orang desa atas pembatasan yang lakukan Pemerintah. Sempat menjadi domain publik yang mudah didaftarkan, kini Pemerintah kembali membatasinya dengan membuat peraturan yang menurut saya engga masuk akal.

Gagasan Desa

Domain desa.id adalah domain pertama yang merupakan gagasan publik, gagasan warga, warga desa pula. Bukan warga kota yang dilimpahi bandwidth berlimpah ya, domain ini adalah gagasan warga desa yang sering dianggap terbelakang dalam bidang teknologi, karena ketimpangan infrastruktur dll.

Adalah Agung Budi Satrio, Bayu Setyo Nugroho dan Achmad Munawar (alm.), tiga orang yang menandatangani surat usulan domain desa.id kepada Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), 4 Januari 2013 yang kemudian dibahas tanggal 12 Februari 2013 dalam Diskusi Umum Terbuka ke-2 PANDI, di Perpustakaan UI. Disetujui 14 Februari 2013 oleh Forum Nama Domain Indonesia, kemudian diluncurkan ke publik 1 Mei 2013.

Walaupun sebenarnya, gagasan ini sudah ada sejak pertengahan 2012. Dalam Juguran Blogger Banyumas 2012, Achmad Munawar (alm.) juga dengan tegas mempertanyakan masalah pembatasan domain go.id yang hanya boleh digunakan Pemerintah Pusat dan Daerah (Prov/Kab/Kota). Pembatasan yang dimaksud adalah Peraturan Menteri Kominfo Nomor 28 tahun 2006 tentang Domain go.id.

Karena sepertinya akan melelahkan jika orang desa harus menggugat Permenkominfo, maka ada ide untuk mengusulkan domain khusus desa saja, desa.id, menggunakan istilah asli bahasa Indonesia, (tidak keminggris semacam vil.id / village.id) dan digunakan sebagai domain publik (bisa didaftarkan di registrar swasta, tidak harus di registrar pemerintah yang selalu birokratis, njlimet, ruwet)

Diakui, Lalu Diambilalih

Setelah diluncurkan 1 Mei 2013, domain desa.id terus bertumbuh bersama semangat pergerakan desa, pemberdayaan informatika perdesaan, para relawan TIK dan beberapa elemen pemerintah yang mendukung desa.

Tak lama setelah itu, tepatnya Februari 2015, Pemerintah mengambilalih domain desa.id dengan keluarnya Permen Kominfo No. 15/2015 tentang Registrar Domain Instansi Penyeleggara Negara. Domain desa.id termasuk dalam 3 domain yang diakui sebagai domain instansi penyelenggara negara, yakni .go.id, .id (untuk pemerintah) dan desa.id.

Awalnya Permenkominfo ini adalah bentuk pengakuan pada domain desa.id, tetapi kemudian terlihat bahwa desa.id diambilalih dari hanya domain entitas desa, menjadi domain pemerintah yang juga bisa didaftarkan Pemda bahkan Pemerintah pusat dengan syarat tertentu.

Saya sendiri sempat dua kali protes resmi, pertama ketika audiensi dengan Menteri Kominfo RI, Rudiantara di Kantor Kemkominfo, kedua pada sesi usulan publik PANDI Meeting 7 di Jakarta, yang juga dihadiri Direktur E-government, Kemkominfo.

Alhamdulillah, protes itu mungkin sudah dilupakan. Buktinya, revisi permen yang sudah saya jelaskan dengan berbusa-busa itu pun tak juga dipahami dan tak kunjung dilakukan, sampai sekarang. Ah sudahlah.

Masih?

Kini, setelah lima tahun diluncurkan, apa kabar desa.id? Saya sendiri masih merasa bahwa domain ini memiliki keunikan tersendiri. Masih sangat unik, jika dibandingkan dengan second level domain lainnya.

Uniknya, adalah penggunanya spesifik, yaitu entitas Desa. Tetapi dengan Permenkominfo terbaru, maka desa.id juga bisa didaftarkan oleh Pemda (Setda) atas kuasa dari para Kepala Desa. kan unik banget ini 🙂

Lalu, apakah domain desa.id ini masih digunakan?

Statistik PANDI pada Maret 2018 menunjukkan pengguna domain desa.id berjumlah 5.717 domain. Meningkat 2.718 jika dibandingkan dengan jumlah desa.id terdaftar pada Maret 2016 yang hanya 2.999.

desaid goid statistik 2016-2018

Alhamdulillah, ternyata domain desa.id masih terus bertumbuh penggunanya.

Bahkan jauh lebih cepat tumbuh dibandingkan dengan domain go.id, yang hanya bertambah 267 pada periode yang sama.

Harapan

Jika peringatan hari lahir desa.id tahun lalu bertema “kembalikan sem4ngat”, maka tahun ini, tema peringatan hari lahir desa.id saya kira cukup tepat jika menggunakan istilah “ma5ih”.

Domain desa.id ma5ih di ada, ma5ih unik dan ma5ih terus bertumbuh dengan cepat. Satu harapan saya dan mungkin banyak desa-desa di Indonesia adalah, semoga desa.id tidak ma5ih ribet.

Semoga kedepan, Pemerintah, melalui Kemkominfo (Ditjen APTIKA) memberikan kebijakan teknis yang lebih baik, mempermudah pendaftaran domain desa.id.

domain-desa-id-infografis-pandi-kominfo

Minimal dengan menghapuskan kewajiban e-mail @go.id pada registran dan mengurangi dokumen persyaratan pendaftaran. Ini teknis banget sebenernya, tapi akan sangat berasa untuk desa, coba aja 🙂

go.id? Lewat!

Saya percaya, sejak pertama gagasan desa.id ini resmi menjadi kebijakan pemerintah, saya yakin desa.id suatu hari nanti akan berjumlah sama dengan jumlah desa di seluruh Indonesia. Entah 79.000 entah 80.000, yang pasti akan jauh lebih banyak dan semoga lebih keren dibandingkan dengan domain go.id.

Selamat ulang tahun, desa.id.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s