Ngobrol: Bahas QR code Untuk Museum Naladipa Dengan Prof Cece Dari UNPAD

Setelah sempat tertunda, pertemuan saya dengan Prof. Cece Sobarna, dari Universitas Padjadjaran Bandung pun akhirnya terjadi. Selasa, 21 Mei 2019, di sela-sela kunjungan Prof Cece ke beberapa wilayah di Kab. Cilacap, beliau menyempatkan bertemu saya di Pendopo Dharmokusumo, Desa Dermaji, Kec. Lumbir, Banyumas.

 

 

Pertemuan ini difasilitasi Kepala Desa Dermaji, Bayu Setyo Nugroho, yang juga sudah sangat akrab dengan prof Cece. Dalam pertemuan ini, kami berdiskusi hangat dan ringan seputar pentingnya pelestarian budaya, terutama oleh masyarakat desa.

Mulai dari budaya tutur, budaya tulis hingga benda-benda hasil kebudayaan masyarakat desa yang saat ini sudah mulai tergantikan produk-produk industri. Pun juga dengan pengetahuan masyarakat tentang budaya nenek moyangnya dahulu. Karena itu Prof Cece sangat mengapresiasi inisiatif Pemdes Dermaji dalam membangun museum Naladipa.

 

 

Prof Cece yang pernah melakukan penelitian akademiknya tentang budaya sunda di Dermaji pada tahun 80-an, kemudian menyampaikan niatnya untuk menambahkan koleksi Museum Naladipa berupa foto-foto di masa ia melakukan penelitian. Pun akan dilengkapi dengan narasi dan rekaman suara saat beliau berdialog dengan warga Dermaji yang saat itu masih menggunakan bahasa Sunda.

Saya, diminta prof Cece untuk membantu mendokumentasikan semua koleksi museum naladipa ini pada sebuah sistem yang bisa diakses dari mana saja dan kapan saja melalui jaringan internet. Sementara itu di lokasi, kemungkinan setiap koleksi museum Naladipa akan diperbarui keterangan narasi dan QR codenya.

 

 

Sehingga, kelak, baik masyarakat Dermaji maupun publik, di mana saja dapat “berkunjung” ke Museum Naladipa, baik secara daring maupun langsung dan mendapatkan pengetahuan tentang budaya desa Dermaji yang komprehensif.

Semoga kolaborasi ini dapat menjadi pendukung semangat Dermaji dalam melestarikan budaya desanya.