Terus Dalam Kebaikan

Kadang kita dihadapkan pada masalah, atau tantangan hidup yang rumit. Kadang, juga tiba-tiba berada pada situasi dimana kita harus memilih, semua pilihan yang sulit. Atau pada kondisi yang sama sekali tidak terbayang dan tentu tidak membuat kita nyaman. Pada saat seperti itu, apa yang sebaiknya kita lakukan? apakah kita harus menyalahkan keadaan atau menyesali masa lalu yang membuat kita merasa “terjebak” seperti itu.

Saya pernah, bahkan beberapa kali mengalami keadaan itu. Alhamdulillah, sekarang sudah melewati semuanya, dan ternyata yang saya  lakukan (semoga) tidak salah. Saat dihadapkan pada kesulitan, pilihan sulit atau masalah pelik, yang saya ingat hanyalah Tuhan tidak mungkin memberikan ujian kepada mahluk-Nya diluar kemampuan sang mahluk.

Terima

Lalu, bagaimana keluar dari situasi buruk itu? pertama saya terima. Terima semua keadaan itu sebagai fakta yang memang sudah dituliskan, sudah dirancang, oleh Sang Maha Kuasa. Mengeluh berlebihan atas keadaan yang menimpa kita, toh tidak akan membuat masalahnya selesai, justru kadang menambah masalah baru. Curhat ke orang lain yang tak ada hubungan dengan masalah kita juga bikin mereka akan muak, “masalahmu, bukan masalahku” demikian dalam batin mereka.

Dalam Kebaikan

Lalu, saya mencoba untuk memilih mempercayai hal-hal yang menurut saya baik. Karena pada saat masalah terjadi dan kita harus memilih, kita sendiri lah yang bisa memutuskan, mau kemana, harus bertahan atau melangkah.

Dengan rumus itu, Alhamdulillah, sekali lagi, saya saat ini merasa hidup dalam keadaan yang lebih baik dari sebelumnya, dari masa lalu. Kuncinya satu, terus dalam kebaikan saja. Kebaikan yang menurut kita akan memberikan kebaikan-kebaikan lain, kepada lebih banyak orang di sekitar kita. Bukan kebaikan yang menguntungkan diri kita sendiri.